BOOKS

Book Review #4 – I wish my Parents said and did this… (from a book “The book you wish your parents had read” by Philippa Perry)

Aku percaya sih, kalau sebagian besar karakter kita itu terbentuk dari hasil bagaimana orang tua mendidik dan memperlakukan kita sewaktu kita masih kecil. Kalau menurut kalian gimana?

Tetapi memang ada benarnya juga, kalau faktor lingkungan, juga berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang. Beberapa faktor inilah yang juga dibahas di dalam buku “The Book You Wish Your Parents Had Read (And Your Child Will Be Glad That You Did)” karya Philippa Perry ini. Mungkin sebagian dari kalian ada yang sudah membaca (atau bahkan belum sama sekali and that’s fine too!), di sini aku mau coba sedikit menuliskan ulasan mengenai buku ini. Bagi yang gak suka dengan spoiler, you can skip to read this review~

Jadi, aku pertama kali tahu mengenai buku ini ketika melihat salah satu influencer yang sedang membaca buku ini, terus jadi penasaran dan cari tahu mengenai buku ini. Karena sejujurnya aku lagi tertarik banget sama buku-buku yang ber-genre parenting and self-development, mungkin karena bawaan mau jadi orang tua ya? Tetapi kalau menurut ku pribadi, sebenarnya buku ini ditujukan bukan hanya untuk soon-to-be-parents or newbie parents aja, tetapi buat orang-orang yang juga tertarik dengan isu kesehatan mental, psikologi dan pengembangan diri.

Sedikit mengenai penulis buku ini, Philippa Perry adalah seorang psikoterapis dan penulis yang berasal dari Inggris. Sebenarnya engga banyak yang aku ketahui mengenai penulis buku ini sih, karena sejujurnya baru membaca buku karya Philippa Perry dari judul yang ini aja, tapi akhirnya jadi tertarik juga untuk membeli bukunya yang lain yang judulnya, How to Stay Sane, tapi mungkin nanti-nanti aja deh bacanya. Masih banyaaak buku yang sedang mengantre untuk ku baca di rak buku hehe.

Oke balik lagi mengenai buku ini, di dalam buku ini Philippa Perry mencoba untuk ‘membantu’ kita dalam beberapa hal, yakni diantaranya:

  • Memahami bagaimana cara kita mengasuh anak dapat berdampak pada gaya pengasuhan kita;
  • Bagaimana cara kita dapat mengungkapkan, menerima, dan memvalidasi perasaan kita masing-masing dan juga anak kita;
  • Memahami bahwasanya semua bentuk perilaku yang kita lakukan sebagai orang tua kepada anak adalah termasuk bentuk komunikasi;
  • Menghilangkan siklus atau pola perilaku negatif yang mungkin sudah terbentuk sejak zaman orang tua kita mendidik kita dahulu;
  • Menerima bahwa kita sangat mungkin membuat kesalahan, lalu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya

Saat membaca buku ini, aku jadi mengoreksi diri ku sendiri, terutama untuk melihat lebih dalam bentuk kepribadian dan karakteristik yang ku miliki. Aku jadi dapat mengenal diri sendiri lebih dalam lagi. Misalnya, seringkali aku merasa ‘kenapa ya aku sangat insecure dan unconfident dengan bentuk tubuh ku yang termasuk kategori gemuk dan besar, bahkan sejak aku masih kecil hingga saat ini? Padahal udah begitu banyak body positivity motivations around us yang seharusnya aku sudah merasa lebih percaya diri?’

Setelah aku mengingat kembali, setelah aku berpikir dan mencerna lebih dalam lagi ternyata akar permasalahannya berada pada ucapan dari orang-orang di sekeliling ku, terutama ucapan itu dari Ibu kandung ku sendiri, yang semakin melanggengkan dan menormalisasi perasaan ku tersebut. Dulu, seringkali Ibu aku mengingatkan ku untuk:

‘Diet dong, kurusin dong badannya, gimana mau punya pacar kalau gemuk?’

Padahal alangkah lebih baik, lebih positif dan lebih logical kalau Ibu aku bisa memperbaiki ucapannya dengan:

‘Alangkah baiknya kamu memulai diet hidup sehat deh, gimana pun juga untuk investasi masa depan kesehatan kamu yang lebih baik. Karena kalau kegemukan akan sangat riskan dengan berbagai penyakit jantung, diabetes, dll’

Can you spot the difference between those two?

Jujur aku sedih dan kepikiran banget kalau Ibu ku sudah mengucapkan hal tersebut., apalagi saudara-saudara kandung ku juga mengiyakan. Ucapan yang mungkin terdengarnya sederhana atau sepele, bisa jadi tanpa kita sadari ucapan tersebut tertanam di alam bawah sadar kita sehingga lama kelamaan membentuk karakter kita yang jadi lebih mudah merasakan insecure dan unconfident dengan tubuh kita sendiri. Dan kemudian kita dengan mudahnya mengkritik atau menjelek-jelekan tubuh kita sendiri, seperti “ih gendut banget sih gw, ih ini lengan atau paha?” dan sebagainya. Padahal saat ini aku senang dan bersyukur sekali akhirnya aku menemukan suami yang sejak awal kami bertemu dia adalah seseorang yang selalu bisa menerima aku apa adanya dan selalu memuji aku meskipun secara fisik, sangat jauh dari proporsional. Dan, dia jugalah yang sedikit demi sedikit mengembalikan rasa kepercayaan diri ku.

Buku ini terbagi dalam 6 bagian, diantaranya:

Bagian I – Your Parenting Legacy

Bagian II – Your Child’s Environment

Bagian III – Feelings

Bagian IV – Laying a Foundation

Bagian V – Conditions for Good Mental Health

Bagian VI – All Behaviour is Communication

 

Berikut beberapa quotes yang aku jadikan catatan di buku jurnal ku supaya bisa selalu menjadi pengingat ku:

“The cliché is true: children do not do what we say, but they do what we do.”

“Just as we shouldn’t judge ourselves, we should try not to judge our children.”

“What children need is for us to be real and authentic, not perfect.”

“Initially, when your baby makes a noise, they are communicating with you. If you shush them, its like you are telling them that their communication is not welcome.”

“One of the most important indicators for good mental health is a strong bond between parent and child.”

*

Menurut ku, buku ini bahasanya sangat ringan dan penting untuk dibaca tidak hanya untuk newbie parents, soon-to-be-parents tetapi juga buat orang-orang yang ingin mengoreksi diri sendiri for the sake of their psychology and mental-health. Sekarang kan buku-buku yang ber-genre seperti ini sangat digemari oleh kebanyakan orang, jadi aku sangat merekomendasikan buku ini untuk menjadi salah satu your must-read book! Meskipun, ya kebanyakan buku seperti ini sebenarnya agak cliché sih mungkin bagi sebagian orang, tetapi in some way cukup membantu kita sebagai soon-to-be-parents dalam mendidik anak-anak kita di kemudian hari agar tidak salah langkah.

 

Book Title: The Book You Wish Your Parents Had Read

Writer: Philippa Perry

Genre: Parenting; psychology

Year: 2019

Published by: Penguin UK Books

Pages: 240 pages

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: