Living in France 101 : Our First Pregnancy Story, Pengalaman Hamil dengan Anemia & Diagnosis Diabetes Gestasional #2

Karena cerita seputar kehamilan ku cukup panjang, jadi seperti janji ku kemarin aku akan bagi ceritanya ke dalam beberapa bagian ya! Kali ini lanjutan cerita ku, saat aku melakukan pemeriksaan USG transvaginal setelah kami melihat hasil positif di alat tes kehamilan ku dan proses apa yang harus kami lakukan setelahnya hingga beberapa pengalaman lain yang aku rasakan dan alami selama kehamilan.

Baca artikel sebelumnya: Living in France 101 : Our First Pregnancy Story, Pengalaman Hamil Saat COVID di Prancis #1

Disclaimer. cerita kehamilan yang aku bagi di sini, berdasarkan dengan pengalaman ku selama hamil di Prancis. Sebagian mungkin sangat related dengan beberapa bumil pada umumnya. Informasi esensial lainnya, seperti step-by-step apa saja yang harus dipersiapkan saat kehamilan di Prancis, mungkin akan bermanfaat bagi teman-teman WNI yang sedang hamil atau berencana hamil di Prancis, yang akan aku bagi informasinya di blog post khusus selanjutnya ya~

Oke, lanjut dari cerita terakhir.

*

Keesokan harinya setelah melakukan tes kehamilan, kita langsung ke bagian gynecologue urgence. Ada obgyn intern yang bertugas untuk menerima pasien di bagian unit gawat darurat disini. Akhirnya, setelah menjabarkan beberapa gejala yang aku miliki lalu kami cek darah, tensi, mengukur berat badan, akhirnya dokter ngecek aku dengan USG transvaginal. Selang beberapa detik alat USG dimasukan ke dalam vagina, tetiba aku melihat di monitor ada kantung bulat yang berisikan titik berwarna putih (meskipun masih kecil banget). Dokter langsung ngucapin, ‘félicitations, vous êtes enceinte!’ artinya “selamat! Anda hamil!” setelah melihat ada kantung tersebut. Saat itu, dokter bilang usia kehamilan ku baru sekitar 6-7 minggu, tetapi usia fetus (calon bayi) sekitar 4 minggu. Makanya masih sangat dini sekali! Tapi kami udah happy banget~

Saat itu, aku juga menyampaikan beberapa keluhan, salah satunya sakit tenggorokan yang aku alami. Karena lagi musim COVID ya, otomatis aku langsung dikasih prescription untuk melakukan tes COVID. Terus, aku langsung dikasih resep dokter untuk mengonsumsi tablet asam folat sehari sekali selama trimester pertama. Kami pun diminta untuk balik lagi ke RS, akhir Desember 2020 untuk melihat perkembangan embrio, karena diperkirakan saat itu usia kehamilan ku sudah memasuki usia 2 bulan, jadi seharusnya sudah terlihat perkembangan embrio si bayi.

Acide folique CCD 5mg 20cpr - Médicament Grossesse - IllicoPharma
ini suplemen asam folat yang diberikan sesuai preskripsi dokter ku saat itu

Reminder. aku sarankan kepada teman-teman untuk tidak membeli sembarang tablet asam folat tanpa resep dokter ya, jangan mudah kemakan iklan mengenai program hamil yang ada di media sosial, terlebih lagi kalau kamu tinggal di Prancis, karena apapun harus menggunakan resep dokter, gak bisa sembarangan~

Berhubung udah dikasih prescription untuk tes COVID di RS yang sama, jadi kami langsung book waktunya via telepon. Setelah itu, mereka akan memberikan jadwal hari dan jam-nya untuk melakukan tes tersebut. Begitu datang ke tempat pemeriksaan, kosong plong jadi rasanya lebih tenang. Masuk ke dalam ruangan, harus registrasi dan mengambil alat untuk swab test yang nanti akan diperiksa oleh tim medis di dalam ruangan yang berbeda. Oh iya, fyi, di Prancis itu swab test gratis ya (ditanggung oleh asuransi kesehatan pemerintah Prancis, carte assurance maladie) dan kebanyakan pemeriksaan hanya dilakukan di kedua lubang hidung (nasofaring). Paling engga, itu yang aku jalankan saat itu. Makanya bersyukur banget, swab test di sini gratis dan kita bisa kapan pun melakukan tes-nya (in case, kita asymptomatic, ada gejala, ada kontak langsung dengan seseorang yang positif COVID atau cuma sekadar tes untuk keperluan pekerjaan/perjalanan).

Lebih bersyukur lagi, hasilnya cepat banget, kurang dari 24 jam, hasil sudah dikirimkan langsung ke alamat email kita dan saat itu hasil swab test-nya juga negatif! Alhamdulillah, hanya flu biasa, karena lagi winter juga kan saat itu. Namanya juga awal-awal kehamilan ya, imun bumil menurun sehingga lebih mudah terjangkit penyakit. Padahal saat itu aku super rajin makan buah, bukan super rajin sih sebenarnya, lebih ke arah memang cuma itu yang bisa aku makan saat trimester pertama. Aku benar-benar cuma bisa makan buah-buahan yang segar dan asam, makan sayur pun juga yang mentah, pokoknya harus less processed food.

Untungnya, kalau di Prancis kita selalu memilih beli produk bahan makanan yang berlogo BIO yang artinya organik. Jadi, merasa lebih aman untuk mengonsumsinya meskipun gak dimasak sekalipun. Dokter pun juga menganjurkan hal yang sama. Tetapi meskipun organik, buah dan sayurnya selalu kita cuci ya sebelum dikonsumsi!

Kulit alergi saat hamil trimester pertama~ awal kehamilan aku mengalami alergi kulit yang belum pernah sebelumnya aku alami dan memang gak pernah bermasalah sebelumnya. Jadi, aku tuh suka banget ngemil kacang-kacangan, aku beli lah kacang mede bungkusan yang memang biasa aku makan. Gak taunya, pas hamil aku jadi alergi sama kacang mede! Entah karena kacangnya atau ada seasoning tambahan yang ada di dalam kacang tersebut yang bikin aku alergi. Pokoknya super gatel, aku sampe gak bisa tidur semalaman, it was happening for 2-3 days. Aku sempat cek ke dokter apakah berpengaruh pada janin ku atau tidak, apa yang harus aku lakukan untuk meredakan gatal-gatal, dokternya ngasih aku obat alergi sih, tapi jujur saat itu aku takut mau konsumsi obat apapun. Alhasil aku cuma kompres bagian-bagian yang gatal dan kemerahan dengan air hangat untuk meredakan gatalnya. Alhamdulillah hari ke-3 udah hilang alerginya.

Kehamilan trimester pertama sampai bulan ke-4 kehamilan adalah waktu yang terberat untuk aku. Berbagai symptoms kehamilan kayak mual, muntah, migrain, badan terasa lemes selemes-lemesnya, gak nafsu makan, perut sering kembung kayak asam lambung, konstipasi adalah gejala-gejala yang aku rasakan selama kehamilan mulai di Minggu ke-5 sampai dengan Minggu ke-20. Lebih sering mualnya sih dibanding muntah. Selama kurun waktu tersebut, muntah paling masih less than 10 times. Sisanya lebih ke mual, nyium bau masakan mual, nyium bau nasi mual, mandi pakai shower air panas mual bahkan setiap mandi aku harus sambil nyuap yoghurt kalau gak, bisa muntah~ untungnya aku gak ngalamin, kalau nyium bau suami juga mual hehehe, kan kasihan suaminya.

Pertengahan bulan Januari 2021, akhirnya kami mulai mendaftarkan diri ke bagian maternity di Rumah Sakit umum di sini. Saat konsultasi pertama kali dengan sage de femme (bidan) ku, dia sempat mengingatkan bahwa kehamilanku ini rentan terkena penyakit diabetes gestasional (DG), meskipun aku gak ada sama sekali riwayat keluarga yang terkena diabet. Jadi, bidan ku menjelaskan kalau diabetes gestasional pada ibu hamil itu bisa terjadi pada siapapun, gak hanya yang memiliki riwayat penyakit diabet, kalau case ku karena sebelum hamil aku dalam kondisi overweight, BMI aku sudah sampai angka 29. Saat itu meskipun hasil tes darah ku semua normal dan belum positif DG, bidan ku langsung memberikan informasi mendasar mengenai DG dan membuat daftar panjang berisikan makanan yang harus dihindari selama kehamilan. Apa itu DG?

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang muncul pada masa kehamilan, dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan. Kondisi ini dapat terjadi di usia kehamilan berapa pun, namun lazimnya berlangsung di minggu ke-24 sampai ke-28 kehamilan. Tipe diabetes ini adalah ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar glukosa (gula) dalam darah pada masa kehamilan. Akibatnya? Dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan komplikasi.- Alodokter

Kadar gula darah yang tinggi yang dimiliki oleh ibu hamil dapat menurun juga ke bayi sehingga menyebabkan bayi terlahir dengan berat badan berlebih dan membawa penyakit yang sama dengan Ibunya. Sebagai langkah pencegahan awal yang bidan ku berikan sejak bulan ke-3 kehamilan adalah dengan memberikan preskripsi untuk ambil alat pengukur gula darah. Tau kan yang darahnya kita ambil dari ujung-ujung jari tangan? Nah, aku harus melakukan pengecekan darah rutin tersebut sebanyak 6x dalam sehari, sebelum dan 2 jam sesudah makan~ Fungsinya, untuk mengukur dan mengatur asupan gula darah yang masuk ke tubuh. Semua GRATIS ditanggung oleh carte maladie & mutuelle~

Lecteur de glycémie One Touch Verio Reflect® bluetooth | Securimed
monitor untuk alat ukur gula darah
FastClix | France
jarum fastclix untuk ngeluarin darah

Awalnya tentu kaget juga dan sedih harus melakukan pengecekan gula darah 6x sehari, tapi demi melahirkan anak yang sehat, apapun pasti akan aku lakukan. Aku juga bersyukur banget selama kehamilan ini, suami support banget-bangetan. Bahkan dia harus melakukan semua pekerjaan rumah tangga sendirian, literally sendirian termasuk juga ngurusin aku yang cuma bisa bed rest. Dia masak, nyuci piring, nyuci baju, jemur baju, vacuum apartemen, ngepel, nyiram tanaman, groceries, semuamuanya dia lakuin sendiri sambil ngerjain thesis dan ngajar online mahasiswanya. Aku tahu banget dia capek, karena sempat ngeluh beberapa kali, tapi tetap super sabar sekali~ i feel beyond lucky! Apalagi kami di sini kan hanya tinggal berdua aja, jadi saling kerjasama dan supportif itu harus banget, karena kita cuma bisa rely on each other.

Setelah berat badan turun sekitar 6-7 kilogram di 3 bulan pertama, akhirnya setelah pertengahan bulan ke-4 fisik dan mental ku terasa jauh lebih membaik. Yang terpenting, mulai nafsu makan juga! Tapi aku cuma bisa makan makanan Indonesia entah kenapa, gak mau banget makan pasta. Yang tadinya gak bisa makan nasi, eh jadi keranjingan makan nasi. Pertama kali bisa makan nasi, sampai nangis, beneran gak lebay tapi emang kenyataannya begitu. Alhasil, BB ku sudah kembali seperti semula seperti sebelum hamil di bulan ke-6 (hanya dalam waktu 3 bulan)~ Alhamdulillah-nya ya sampai usia kehamilanku yang ke-7 bulan ini, gula darah ku masih terkontrol dengan baik dengan pola makan yang aku tentukan sendiri. Bahkan aku masih bisa tetap enjoy makan kue, roti, minum ice coffe latte cream, dll (very less sugar) meskipun memang harus sangat dibatasi kuantitas dan kebutuhannya aja. Kebayang gak sih, lagi hamil tapi harus diet? Aku kayaknya bakalan nangis + stress sih~

Selain itu, yang paling menarik untuk ku ketika bidan ku juga menawarkan preskripsi kaos kaki/stocking khusus untuk mencegah kaki bumil bengkak dan varises yang biasanya terjadi di akhir kehamilan! Lagi-lagi ditanggung oleh asuransi! Pokoknya selama ditanggung dan baik untuk kesehatan, jelas aku ambil~ eh alhasil sampai saat ini bulan ke-8 ukuran kaki ku masih normal dan gak ada bengkak sama sekali!! Mudah-mudahan sampai kelahiran nanti akan tetap seperti ini sih ya~ Mungkin juga karena terbantu dengan program akupuntur yang aku jalankan dan aku lumayan sering jalan kaki hampir setiap harinya untuk memperlancar peredaran darah dan mengatur pernafasan.

Pada trimester pertama juga, aku harus melakukan cek darah dan urin untuk pertama kalinya! Kali ini banyaaak sekali daftarnya apa-apa saja yang harus dicek di laboratorium, beberapa diantaranya; cek golongan darah beserta rhesusnya, hepatitis, HIV, toxoplasmose, rubéole, gula darah, protéinurie, etc. Semua sudah dimasukan ke dalam ordonnance atau resep yang sage de femme ku berikan pada saat konsultasi pertama kami. Tujuannya untuk mengambil langkah-langkah tindaklanjut kalau ada hal-hal penting yang harus dilakukan oleh ibu hamil dan dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti waktu bulan-bulan pertama kehamilan, karena aku memang ada anemia, jadi aku harus meningkatkan kadar hemoglobin dan zat besi di dalam tubuh. Bulan ke-3 saat hamil, kadar hemoglobin ku 9 sedangkan minimumnya 11. Setelah mencoba makan makanan yang mengandung zat besi tinggi ternyata masih tidak cukup, jadi aku dikasih presksripsi supplemen khusus untuk meningkatkan zat besi.

TARDYFERON 80MG PIERRE FABRE

Karena ternyata saat kita hamil, darah Ibu tuh juga penting banget untuk bayi yang ada di dalam perut, terutama untuk memompa jantung, mengalirkan makanan Ibu melalui darah untuk bayi di dalam kandungan. Itulah kenapa kebutuhan zat besi pada Ibu sangat dibutuhkan juga untuk si bayi~ Selain itu, karena di bulan ke-6 dan ke-9 kehamilan, aku harus melakukan cek darah yang jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya. Alhamdulillah, ternyata supplemen ini berfungsi sangat baik sekali di tubuh aku, selama konsumsi 2-3 bulan berturut-turut, hemoglobin ku naik dari tadinya 9 jadi sudah 12! Alhasil, karena konsumsi supplemen ini, badan ku jadi tidak mudah capek juga~ Oh fyi, bidan ku juga melarang aku untuk minum teh. Terlebih lagi jika minum teh-nya dibarengi dengan makan, karena ternyata ada yang namanya senyawa tanin dari teh yang berlebihan dalam darah akan mengganggu penyerapan zat besi pada tubuh kita. Untungnya, aku not-a-tea-person~ pas bidan ku bilang aku masih boleh minum kopi (1 gelas = 220 ml) per hari, aku happy bangeeet!

Untuk melengkapi pemeriksaan tiap bulannya, aku juga harus melakukan tes protéinurie (tes urin) rutin setiap sebulan sekali sampai waktu melahirkan nanti, kalau cek darah hanya sekitar 4-5x selama kehamilan sampai melahirkan nanti.

Memasuki trimester kedua, ternyata benar ya apa kata orang-orang kalau trimester kedua itu waktu ternyaman buat kebanyakan bumil, karena kita udah bisa makan dan minum apapun yang kita suka! Mau ngidam ini-itu pasti dibeliin sama suami. Malahan, waktu lagi kepengin banget beberapa makanan Indonesia, aku sempat niat banget buat sendiri, mulai dari risol ragout, nasi kuning, rendang, soto ayam, mie ayam, martabak tipis kering, dll nya. Di trimester kedua juga, tubuh ku terasa lebih fit dari bulan-bulan sebelumnya, lebih rajin melakukan apa pun dan no lemes-lemes badannya. Malahan aku jadi kuat banget jalan kaki! Thanks to my iron supplement~

Saat memasuki bulan ke-6 kehamilan, bidan ku memberikan preskripsi untuk mengonsumsi supplemen vitamin D. Mengingat saat itu masih musim semi di Prancis dan udara masih dingin, jadi dokter ku memberikan suplemen ini mengingat karena di Normandy (wilayah ku tinggal) masih sangat minim matahari, so the supplement Vit D is the best to take~ Karena kalau hanya dari makanan yang mengandung Vitamin D, juga dianggap masih kurang asupannya. Vitamin D yang aku minum hanya sekali konsumsi dan berbentuk liquid. Apa fungsinya vitamin D tersebut? Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi bayi, menurunkan resiko parahnya diabetes gestasional dan mengurangi resiko preeklampsia.

Masih di bulan ke-6 kehamilan, aku ternyata punya problem lainnya yaitu sciatica dan nyeri di ligamen pubis area (banyak yaaaa bu problematikanya). Akhirnya setelah konsultasi dengan bidan dan obgyn jawaban terbaik untuk mengobatinya, dengan 3 kali treatment acupunctur (seminggu sekali) dan menggunakan ceinture de grossesse atau pregnancy belt. Alhamdulillah keduanya berfungsi dengan baik, sciatica aku udah gak sakit lagi hanya setelah 1x treatment dan meminimalisir sakit ligamen di bagian pubis~ Untuk treatment acupuncture khusus mengurangi sakit ini, ditanggung oleh carte mutuelle. Berbeda dengan acupuncture préparation à la naissance ya yang ditanggung 100% oleh carte maladie~ Kalau untuk ceinture de grossesse-nya ditanggung 60-70% oleh carte maladie dan sisanya ditanggung sendiri, tapi kita tetap bisa mencoba untuk mengirimkan reimbursement ke carte mutuelle kita, in case mereka bisa reimburse sisanya~

THUASNE Ceinture Lombamum®
source: bleupara

Kira-kira segitu dulu cerita kehamilan ku di Prancis. Berikutnya aku akan buat post khusus tentang apa-apa yang harus dipersiapkan saat hamil di Prancis yang siapa tahu ada calon-calon ibu disini yang lagi merencanakan atau malah sedang hamil juga dan bingung karena informasinya simpang siur atau informasi yang diberikan lebih banyak berbahasa Prancis daripada berbahasa Inggris (apalagi bahasa Indonesia). Dengan harapan blog ku ini dapat membantu kalian juga~

Kalau ada pertanyaan silahkan tinggalkan komen di bawah ini ya.

Merci et à bientôt ~

2 Comments

  1. Hello mbak Astrid… sehat2 terus ya mbak.. ternyata banyak banget yg mesti diperhatikan selama masa kehamilan ya.. melihat nama2 vitamin yg mbak konsumsi membuatku teringat pada banyaknya obat & vitamin yg kukonsumsi selama hampir 2 minggu ini. kebetulan aku sedang dlm masa pemulihan covid mbak 🙂

    Semoga lancar persalinannya nanti ya 🙂

    1. Terima kasih Messa! Semoga kamu juga lekas pulih dan senantiasa diberikan kesehatan ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: