Living in France 101 : Kursus Bahasa Prancis + Ujian DELF di Prancis Gratis!

Sejak aku pindah ke Prancis, tentu perbedaan bahasa merupakan kendala pertama yang aku rasakan. Aku sempat berpikir, bukannya Prancis negara maju ya? Masak iya orang-orangnya gak bisa bahasa Inggris? Padahal secara latar belakang sejarah dan geografis, Prancis tuh sedekat itu sama Inggris, ya kind of Iove-hate relationship sih~ Karena secara latar belakang sejarah, mereka selalu perang untuk memperebutkan dan mempertahankan wilayah di Prancis. And I just assumed that is why they just don’t like to speak in English, selain karena mereka memang sangat bangga dengan bahasanya ya.

Saat aku pertama kali menginjakkan kaki di Prancis, aku tinggal di salah satu Ibukota Normandy, di departemen Seine-Maritime. Namanya, kota Rouen (dibaca: ru-ong). Kota Rouen merupakan kota terbesar ke-12 di Prancis secara populasi. Mindset aku saat itu, justru karena ini Ibukota, kota terbesar dan salah satu kota yang diminati para turis di wilayah Normandy, masak iya sih enggak ada yang bisa ngomong bahasa Inggris?

Gak taunya ya emang gak ada, lebih ke jarang banget sih, paling ya cuma di beberapa tempat turistik aja. Mungkin akan beda lagi ceritanya kalau kamu tinggal di kota besar seperti di Paris, Lyon, Marseille dan Bordeaux.

Singkat cerita, intinya kalau kamu menikah dengan orang Prancis dan memutuskan untuk tinggal di sini, persiapan terbesar kedua setelah mental, menurut ku ya bahasa. Waktu itu aku sudah sempat share soal hal yang aku lakukan pertama kali yaitu mengurus visa long sejour di kantor OFII. Di kantor OFII inilah kita biasanya di tes kemampuan dalam bahasa Prancis. At least, hal ini yang aku alami saat itu.

Meskipun aku sempat private class yang cuma 4 kali pertemuan di Jakarta sesaat sebelum berangkat ke Prancis, tetapi begitu dihadapkan langsung dengan situasi nyata di Prancis, ternyata masih susah loh! Terlebih lagi untuk pronounciation. Akhirnya setelah tes, ya aku dikasih kesempatan untuk mendapatkan kursus bahasa Prancis GRATIS di salah satu lembaga pelatihan bahasa dari Pemerintah Prancis. Aku memulai dari level A1, level bahasa paling beginner. Awalnya aku dapat kelas sebanyak 400 jam, jadwalnya hampir setiap hari Senin – Jumat, selama 3 – 6 jam! Salah satu kelebihannya di sini, selain kita langsung berkesempatan belajar bahasa Prancis dari French native, di sini kita jadi banyak teman baru yang datang dari negara-negara lainnya! Karena sebenarnya ada juga formateur(-trice) atau profesor yang berasal dari negara-negara Algeria, Marocco etc, which already certified French-speakers.

Saat kita udah mencapai 100 jam, kita akan diberikan examen blanc atau semacam ujian percobaan. Ujiannya terdiri dari soal pilihan ganda, essay, tertulis dan speaking, mirip-mirip lah sama DELF. Kalau kita bisa melewati ujian ini dengan nilai yang baik dan dirasa cukup oleh profesor kita, ya kita bisa selesai saat itu juga. Saat itu aku bersyukur nilai aku parfait 👌 Jadi, aku gak harus melanjutkan kelas ku lagi, tapi kemudian aku langsung ditawarkan untuk melanjutkan level A2. Tanpa berpikir panjang, tentu aku ambil dong, GRATIS! Hehe. Dibanding dengan kelas A1, kelas A2 jauh lebih pendek dan cepat waktunya, seminggu hanya 4 hari, per harinya 4 jam, selama 30 hari. Saat itu aku sempat berpikir untuk ambil ujian diploma DELF A2 atau enggak, karena lagi-lagi hasil examen blanc-ku juga sangat baik saat itu.

Akhirnya, aku memutuskan untuk ambil ujian DELF-nya nanti aja saat level B1 atau B2. Beberapa bulan setelah aku selesai kelas level A2, akhirnya aku bertanya kepada Pole Emploi. Apa itu Pole Emploi? Semacam agensi pencari kerja pemerintah Prancis untuk membantu orang-orang yang mencari pekerjaan, formation (kursus/pelatihan kerja) dan memberikan bantuan ‘keuangan’.

Wah, asik banget!?

Iya memang asik banget sih, kalau dipikir-pikir. Jadi, kalau kita terdaftar di Pole Emploi, keuntungannya banyak banget. Misalnya seperti pengalaman ku sebelumnya. Saat itu, aku menyampaikan keinginan ku kepada konselor di Pole Emploi, kalau aku masih ingin melanjutkan belajar bahasa Prancis lagi untuk kelas level B1. Akhirnya mereka mendaftarkan aku di lembaga bahasa formation yang sama seperti sebelumnya. Paling mengejutkan lagi, selain formation-nya gratis, kita juga dibayar per-jam sama pemerintah! Berhubung aku saat itu masih terdaftar di Pole Emploi Rouen, jadi aku dikasih tempat formation yang sama.

Program formation seperti ini biasanya memang ada yang rémunéré (dibayar) oleh pemerintah wilayah setempat. Dalam hal ini, saat itu aku dibayar oleh pemerintah wilayah Normandy. Jadi, mereka membiayai formation ku di lembaga tersebut, memberikan penggantian transportasi selama sebulan (seingatku sih gak full ya) dan juga dibayar per-jam-nya berdasarkan jumlah waktu dan kelas yang ku ambil. Tidak hanya itu aja, kalau kita benar-benar serius belajarnya, menunjukan progress yang baik di dalam kelas, aktif berpartisipasi selama di kelas dan sering-sering berinteraksi dengan formateur (-trice) dan supervisor yang mendampingi kita pertama kali saat pendaftaran, kita bisa bertanya-tanya informasi seputar ujian DELF!

Baca juga: 9 Sites Belajar Bahasa Prancis Online Gratis!

Saat itu, aku sempat bilang kalau memang target ku mengikuti formation ini, aku memang ingin mengikuti ujian DELF level B1, supaya aku bisa punya sertifikat resmi bahasa Prancis. Setelah mengajukan, akhirnya sebulan sebelum program ku berakhir, aku diminta untuk mengisi formulir pendaftaran ujian DLF B1… dan GRATIS juga! Alias, pemerintah wilayah Normandy lagi yang bayarin, hehe alhamdulillah, senangnya!

Awalnya, ujian dijadwalkan sekitar bulan April, tetapi karena saat itu di Prancis masih lockdown, jadi ya diundur di bulan Juni. Saat itu lagi musim panas yang lumayaaan banget gerahnya di Prancis, ditambah kita harus pakai masker di kelas pas awal-awal mulai. Super deg-degan sih pas ujiannya itu, karena kelas formation ku udah selesai akhir bulan Februari, dan akhirnya selama Maret sampai Juni sebelum ujian, aku banyak-banyakin belajar, buat kuis dan latihan ngomong sama suami ku! Akhirnya, gak sia-sia perjuangan ku, sekarang aku udah mendapatkan serrtifikat diploma bahasa Prancis dengan nilai yang sangat memuaskan! Untuk tahun depan target ku sebenarnya untuk mengikuti kelas bahasa Prancis khusus level C1 dan mudah-mudahan aku bisa mengikuti ujian DELF C1 lagi~ ya berharapnya semoga gratis juga sih hehe.

Begitulah pengalaman ku selama belajar bahasa Prancis di sini dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Prancis. Aku juga kurang tau sih apakah teman-teman yang tinggal di kota ataupun wilayah lain juga merasakan hal yang sama seperti aku atau enggak. Karena aku juga sempat dengar kebanyakan orang ada yang mengeluh lantaran sulitnya mendapatkan kelas bahasa Prancis dari OFII, setibanya mereka di Prancis.

Baca juga: Metode Cepat Belajar Bahasa Prancis

Pokoknya bagi teman-teman yang senasib, baru menikah dengan WN Prancis ataupun baru pindah ke Prancis, harus giat-giat cari informasi pekerjaan atau formation di Pole Emploi, la Mairie setempat, ataupun teman-teman yang kamu kenal di Prancis. Aku akui mencari pekerjaan di Prancis sulit banget sih, apalagi kalau kita mengandalkan ijazah kuliah S1 dari Indonesia. Bahkan pengalaman kerja yang udah lama kita geluti di Indonesia bertahun-tahun, kayak dilihat ‘sebelah mata’ aja sih setibanya di sini. Makanya, formation yang dibuat oleh beberapa lembaga di sini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya supaya kita ada dasar untuk melakukan profesional kerja di Prancis.

At least, sepengalaman aku seperti itu. Mungkin ada yang nasibnya lebih baik dari aku, bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat di Prancis, bisa berbagi ceritanya di komen bawah ini ya!

Semangat juga buat teman-teman yang lagi belajar bahasa Prancis~

4 Comments

  1. Wah kak astrid mau nanya dong, nama tempat les nya apa? Mau juga ikutan les kalau udah di perancis. Btw itu ada disetiap kota nggak ya? Soalnya gratis! Sayang banget kalau nggak ikut daftar☺☺

    1. Halo.. yang aku ceritakan disini, kursus bahasa ini diperuntukkan biasanya bagi yang suami/istri menikah dengan WN Prancis ataupun pengungsi yg ingin tinggal di Prancis. Biasanya pun bukan kita yg memilih tempat kursusnya, tapi OFII setempat (di kota mana kamu tinggal). Kalo dari Pole Emploi, mereka juga yang menentukan dimana bisa ambil kelas bahasanya. Nah, saat itu karena aku tinggal di Rouen, dan tempat kelas bahasa yg bekerjasama dgn pemerintah wilayah Seine-Maritime/Normandy jg telah ditentukan, namanya Éducation et Formation. Kalau kamu dlm situasi yg sama seperti aku, pindah ke Prancis karena ikut pasangan WN Prancis, utk mendapatkan kelas BHS Prancis gratis harus dari OFII. Tapi kalau kesini sbg pelajar/au pair, aku rasa akan berbeda lg. Harus dikonsultasikan dgn campusfrance nya. Semoga membantu ya jawabannya

  2. Mantul kali kak, aku malah nol kalo bahasa inggris wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: