[The last] of Emily in Paris vs Real-life in France #3

Wow, ternyata di Instagram thread dan komentar terkait dengan cliche nya serial Emily in Paris jadi mulai banyak diperbincangkan! Ada beberapa orang Indonesia yang sudah lama (pernah) tinggal di Paris juga angkat bicara soal betapa overgeneralized-nya serial ini. Lagi, ini bukan untuk menjatuhkan filmnya ya, tetapi lebih kepada memberikan sudut pandang lain dan memberikan gambaran nyata dengan apa yang terjadi sehari-harinya either di Paris atau Prancis pada umumnya. Kalian bisa juga baca-baca dari artikel atau thread orang lain, lagi-lagi untuk memberikan POV lain.

But anyways, karena lumayan banyak yang minta lanjutin sampai serialnya habis, jadi kemungkinan ini post terakhir soal serial Emily in Paris dari kacamata orang Indonesia yaaa, at least dari aku~ and the most important thing… just enjoy the show!

 

26. “Tie your scarf like a French way!” – Camille (Eps. 5).

Engga tahu juga sejak kapan le foulard (scarfstyle ala Parisian ini mulai digunakan. Tetapi selain for the sake of fashion, sebagian besar orang Prancis itu enggak akan membiarkan bagian lehernya terekspos angin/udara yang dingin, karena mereka enggak mau kalau mereka nanti sampai sakit. Sesimpel itu alasannya. Kalau soal kenapa Camille sampai harus membetulkan posisi ikatan scarf-nya Emily ya… c’est juste comme ça, just like that~

30 'Emily In Paris' Quotes For Instagram Captions You'll Absolutely Louvre
Courtesy: Netflix

27. Emily invited to the influencer’s lunch at the Hôtel d’Évreux. Where is it exactly? (Eps. 5).

It’s in Place Vendôme! Kalau ini sih fyi ajaa, soalnya ini salah satu square favorit aku juga, tapiii… menurut aku ini tuh salah satu square termevvah! Kenapa? Karena dikelilingi oleh bangunan-bangunan cantik yang menampung beberapa toko barang-barang branded, seperti Dior, Chanel, Cartier, Rolex, etc. Place Vendôme ini memiliki gaya neoklasik yang sejak dulu hingga sekarang paling indah~

28. Eiffel tower looks very beautiful when Emily and Mindy hang out around! But where is the Eiffel tower sellers? (Eps. 5).

Bentar, curhat dulu ya~ Jadi, dari sejak kecil aku itu obsessed banget sama Prancis, Paris, Eiffel Tower, pokoknya semuaaa tentang Paris. Sampai koleksi semua tentang Prancis! Believe it or not, doa-doa ku setiap hari dan wishes aku setiap ulang tahun dari dulu ya, aku pengin banget bisa berkunjung ke sana paling enggak sekaliii aja. Eh, di ijabah pada tahun 2015, aku pertama kali ke Paris pakai uang ku sendiri (belum ketemu suami itu) dan litterally eksplor Paris sendirian, of course dong ala backpacker. Sesampai di Eiffel tower, kayak ZONK! Wow, banyak abang-abang jualan gantungan kunci Eiffel tower, topi-topi, minuman keras, dll ada yang sambil buka lapak aja gitu lesehan, ada juga sih yang jalan-jalan, tapi saat itu karena dream came true ya jadi tetep hepi banget bisa kesampean ke sana!

Again, namanya juga film…

29. “Ruelle Qui Va Au Bout…” – Mindy (Eps. 5).

Jalanan yang dimaksud Mindy saat ia dan Emily mabuk berdua di bawah ini merupakan salah satu jalanan terkenal yang ada di daerah Montmartre, tidak jauh dari Sacré Coeur, namanya Rue de l’Abreuvoir. It is indeed the pretiest street in Paris~

Courtesy: Netflix

30. “But, you know, the wonderful thing about Paris is that nobody judges you for doing nothing… they call us flâneurs.” – Mindy (Eps. 6)

Mungkiiin ada benarnya juga. Aku sih lebih ngerasanya hal kayak gini gak hanya ada di Paris, tapi juga di kota-kota lain di Prancis (gak tau ya dengan negara-negara Eropa lainnya). They just mind their own business.. flâneurs sendiri dalam bahasa Prancis secara harfiah artinya sepatu loafers. Tapi flâneurs yang dimaksud Mindy di sini lebih kepada istilah/expression.

31. “Since the 1800s, only design houses are chosen by the French Federation of Fashion may refer to their work as haute couture…” – the Woman who introduce Pierra Cadault (Eps. 6)

Mungkin ada yang kerja di majalah fashion atau emang udah pernah dengar apa itu haute couture. Tapi buat yang belum tahu, secara harfiah artinya itu ‘menjahit tinggi’ tapi yang dimaksud di sini adalah type of fashion kelas atas yang dirancang dan dijahit dengan tangan dari awal hingga akhir, bahan atau kain yang digunakan berkualitas tinggi, mahal dan penjahitnya itu harus yang berpengalaman dan detail-orientation. Jadi, gak heran emang kalau harganya selangit!

32. “RINGARDE!” – Pierre Cadault (Eps. 6).

Old fashioned! Out of style! Or just basic, like Julien said~ Ini bisa dibilang salah satu French slang yang lumayan sering dipakai.

33. “I heard a couple of petites morts…?” – Camille (Eps. 6).

La petite mort, as Camille already explained, ini merupakan istilah atau expression bahasa Prancis yang berarti hilangnya atau melemahnya kesadaran seseorang dalam sesaat dan sensasi pasca orgasme yang menurut mereka sama rasanya dengan kematian kecil.

34. “I grew up on a farm in Brionne, Normandy…”  Gabriel (Eps. 6).

Meskipun hanya di serial, tapi pas tau Gabriel di sini ceritanya dia dari Normandy even pas di episode pertama saat kenalan sama Emily, aku jujur seneng banget!! Karena Normandy adalah region di mana aku tinggal sejak pertama kali menetap di Prancis. Dari awalnya tinggal di Rouen (gak jauh dari Brionne yang Gabriel bilang, sekitar 50 km jaraknya), sampai sudah hampir setahun tinggal di Dieppe juga masih di wilayah Normandy.

Kalian bisa coba Google, betapa cantiknya wilayah Normandy dan terkenal banget sama produksi keju, seafood dan cidre-nya~

35. “But I think he’s a snob… maybe you can’t tell since you’re not from Paris.” – Gabriel (Eps. 6).

Nah, ini stereotip lain lagi tentang orang Paris yang banyak juga ditampilkan di film-film berlatarbelakangkan kota Paris. Orang being snob itu pasti ada dimana-mana, sama halnya dengan orang Prancis. Kalau menurut ku mereka lebih straightforward kali ya.

Source: Netflix

36. Château, Maman…? Ada yang tau? (Eps. 8).

Château adalah bahasa Prancis dari palace, istana. Beberapa orang Paris memang ada yang aslinya mungkin sudah pindah ke daerah lain di Prancis like in a village, karena kalau sudah tua mereka mungkin lebih memilih menghabiskan waktu di daerah yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk ibukota. Sedangkan, Maman panggilan Ibu atau Mama dalam bahasa Prancis. Cara pronounce-nya ya Mamo(ng), ada slightly -ng di bagian terakhir, hehe.

37. Di mobil bertiga ke luar kota? Ketika mereka mau ke château-nya keluarga Camille (Eps.8).

Engga mungkin lah ya pastinya. Aturan naik mobil di Prancis strict banget. Safety belt harus dipakai even untuk orang-orang yang duduk di kursi belakang. Bahkan, khusus untuk anak-anak harus duduk di child seat sampai mereka usia 10 tahun!

38. “À la reine des remueurs!” – sebelum mereka mencoba wine (Eps. 8).

“To the queen of stirrers!” salah satu adiknya Camille sempat mengucapkan kata tersebut. Dimana untuk mengucapkan selamat kepada Emily yang sudah berhasil mengocok botol wine dengan baik.

39. Di Prancis, collège ≠ University (Eps. 8).

Sistem pendidikan di Prancis tuh emang beda banget sama di US, apalagi di Indonesia. Sebutannya banyak banget, jadi tingkatannya mulai dari crèches, école maternelle, école élémentaire, collège, lycée, baccalauréat, universitaire, etc. Jadi, memang benar kalau collège itu ya setingkat dengan SMP, hehe.

40. “The restaurant isn’t in Paris, it is in Normandy, where he’s from…” – Camille (Eps. 10)

Ingat pertengkaran Camille dan Gabriel di depan pintu apartemen? Camille marah gara-gara Gabriel nemuin potensial restoran untuk usaha dia, tapi di Normandy bukan di Paris. Terussss? Fyi ya gaes, Normandy – Paris tuh deket bangeeeet. Apalagi cuma Brionne ke Paris yang jaraknya sekitar 150-an kilometer yang kalau naik mobil sekitar kurang lebih 2 jam ajaa! Bukan yang dari ujung utara ke ujung selatan atau bukan Chicago ke Paris. Bahkan dari kota ku tinggal yaitu Dieppe (sama-sama di wilayah Normandy juga) ke Paris aja sekitar 190 kilometer yang kalau naik mobil lewat toll/autoroute bisa cuma 2.5 jam.

Sebenarnya traveling around Prancis tuh bisa dibilang cukup mudah, terlebih karena di sini ada berbagai macam publik transportasi yang cukup oke, mulai dari kereta, bis antar kota (Flix bus, Blablabus/Ouibus) sampai carpooling seperti Blablacar atau ya kalau mau sewa mobil tapi lumayan mahal sih ya setauku. Yang jelas, memang benar nyewa tempat untuk buka restoran of course jauuuuh lebih murah di kota kecil seperti Brionne, ketimbang harus buat resto di Paris, hehe.

Nah, begitulah kira-kira beberapa poin yang aku tangkap di serial ini, jika ku bandingkan dengan kehidupan nyata dan beberapa informasi dalam bahasa Prancis yang mungkin belum banyak dari kalian yang tahu. Semoga cukup informatif ya! Saat ini aku lagi buat beberapa list tempat syuting yang ada di serial ini, siapa tahu dari kalian ada yang mau berkunjung ke Paris suatu saat nanti dan mau lihat langsung kafe-kafe yang dikunjungi Emily dan Mindy? Siapa yang tertarik? Komen di bawah ini yaa.

So I guess, see you in Emily in Paris Season 2~ tapi karena lagi pandemi begini, mudah-mudahan aja kita gak harus nunggu lama yaaa untuk nonton yang season ke-2 nya, hehe.

Terima kasih yang sudah membaca dari awal sampai akhir!

Appreciates a lot! xx

 

Related post:

Emily in Paris vs Real-life #1

Emily in Paris vs Real-life #2

2 Comments

  1. Hi.. mbak Astrid, aku belum mulai nonton seriesnya tapi malah udah baca blog ini dulu haha
    abisan aku penasaran sama budaya negara Prancis, dan bisa dapet info banyak dari sini.

    No.26 kocak banget.. kalau aku di paris pasti lebih percaya sedia tolak angin/minyak kayu putih biar ngga masuk angin haha
    Menarik banget ya high class parisan ini 😂

  2. […] saat Mindy dan Emily mulai mabuk dan berjalan di Montmartre malam harinya, dan Mindy sempat bilang ‘Ruelle Qui Va Au Bout‘. Nah, sebenarnya yang Mindy maksud adalah jalan ini! Aslinya memang cantik sih, karena disitu kita […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: