Emily in Paris and Real-life in France #2

Masih soal serial Emily in Paris dan gimana kenyataannya yang terjadi di Paris dan Prancis secara umum dari kacamata ku~ Tulisan ini dibuat untuk memberikan point of view dari sisi lain, enggak perlu dimasukin ke hati. Aku juga tahu kok kalau ini kan cuma serial/film, pasti pengambilan gambar, tempat dll sudah sangat dipikirkan sekali oleh si sutradara. Kami pun juga enjoy nontonnya, apalagi suami yang gak biasa banget nonton film/serial romantic comedy kayak si Emily ini. Karena memang fresh, ringan dan menghibur! Apalagi lagi masa-masa pandemi begini, kita semua pasti kangen banget sama yang namanya jalan-jalan, nah, dengan adanya serial Emily in Paris ini kita serasa dibawa jalan-jalan juga kan?

Jadi, aku lanjutin ya ~

 

11. Emily stepped on dog poop in front of her apartment (Eps. 2)

Bienvenue à Paris~ Sebenarnya enggak hanya kejadian di Paris aja sih, hal-hal kayak gini terjadi, tetapi sangat ‘normal’ dan umum kalau kejadian di kota-kota besar seperti di Prancis. Sewaktu kami masih tinggal di Rouen pun juga begitu. Melangkah keluar apartemen harus sangat hati-hati, soalnya suka ada pemilik anjing yang tidak bertanggung jawab. Means, kalau anjingnya poop sembarangan di jalan, mereka gak memungut, menaruhnya ke plastik dan membuangnya ke tong sampah. Padahal di beberapa tong sampah, suka ada yang menyediakan plastik khusus untuk pungut poop anjing, tapi ya gitu deh ya~

12. Wondering why Emily has never been seen using public transportation while in Paris. Hmmm…

Kalau ini kamu enggak perlu menjadi seorang Parisian untuk mengetahui kondisi transportasi publik di Paris. Cukup menjadi turis 1-2 hari kamu pasti akan dibuat kesel sama tangga-tangga Metro stasiun yang super duper banyak (sedikit stasiun menyediakan eskalator, hampir jarang sekali yang ada lift), fasilitas Metro yang sebagian besar enggak banget, bau air kecil di Metro stasiun/platform, terlebih lagi kalau lagi ada demo besar-besaran uugh jadwal Metro/bus/tram semuanya berantakan, etc etc~ Memang sebagian kecil Metro stasiun di Paris ada yang Instagramable, tapi kebanyakan stasiun, apalagi yang bukan daerah turistik, duh enggak banget…

13. “Why is the vagina ‘masculine’?” asked Emily (Eps. 2).

Just like clitoris, in French both words vagina and clitoris are masculine: le clitoris and le vagin. Kenapa? Sebenarnya bahasa Prancis berasal dari bahasa Roman yang sangat dipengaruhi oleh bahasa Latin Vulgar pada era Roman Empire, lalu berevolusi ke Gallo-Romance. Bref, kedua kata tersebut berasal dari bahasa Yunani kuno. Vagina, yang dahulu kala dalam bahasa Yunani kuno, secara harfiahnya adalah sarung sebagai tempat penyimpanan pedang. Dimana it designates by extension the male heterosexual vision of sex yang saat itu vagina dimaknai hanya berfungsi untuk membungkus penis. Hmmm…

Kemunculan pertama kali kata vagina di Prancis dimulai pada tahun 1674 ketika Nicolas de Blégny, ahli esai dan ahli bedah Prancis mulai menggunakannya.

Nah, mungkin beberapa ada yang sudah tahu, kalau di dalam bahasa Prancis (juga Jerman) nouns/kata benda itu ada jenis kelaminnya, kayak feminine dan masculine. Memang terdapat beberapa kata dalam bahasa Prancis yang memiliki makna kata yang berbeda dan seringkali membuat kita bertanya-tanya, bahkan setiap kali kita bertanya ke professor atau guru di kelas bahasa Prancis, mereka pun juga sulit menjelaskannya, karena memang kata-kata tersebut ya sudah ada sejak dahulu kala.

14. Is it Parisian always using le béret as their daily fashion? (Eps. 3).

Stereotip lain yang seriiiiing banget dipakai di beberapa film berlatarbelakang kota Paris, bahkan turis kebanyakan saat mengunjungi Paris adalah le béret hat. Dulu pas pertama kali ke Paris tahun 2015 aku juga bela-belain beli le béret atau topi berbahan wol berwarna merah, to be look like a Parisian. Tapi nyatanya, mereka enggak ada tuh yang pakai~ bahkan kalo kita pakai topi ini, kita malah terlihat sangat turis sekali! Hehe…

Emily in her béret hat~

15. When Luc and Julien being offended after received the commandments from Emilie’s Chicago office, “Should always maintain a positive attitude, should be on time, etc… You would like to destroy our French soul!”

Ketika seseorang memutuskan untuk bekerja atau bekerja sama di perusahaan, both in Paris or other cities in France. Orang-orang Prancis tidak suka banyak diatur oleh orang ‘baru’. Apalagi dalam kasus Emily, ia adalah orang Amerika. French and American? Pfff…

Banyak yang bilang orang Prancis anti-Amerika lah, orang Prancis gak suka diatur-atur oleh orang Amerika lah di negara-nya sendiri, dst. Mungkin saja ada benarnya, tetapi banyak orang Prancis yang beranggapan banyak nilai-nilai yang mereka pahami sangat berseberangan dengan nilai-nilai yang orang Amerika miliki. Well, atau mungkin ada alasan lainnya yang belum ku pahami~

16. “Bonjour, I am <très excitée> to be here…” said Emily (Eps. 3).

Part ini juga ngakak banget sih! As Julien said, “excitée does not mean excited, it means horny!”. Sama halnya jangan menggunakan Verb s’introduire kalau bermaksud ingin memperkenalkan seseorang, karena arti dari verb sebenarnya dalam bahasa Inggris adalah “to penetrate”. So, use verb se présenter instead! Lagi-lagi, banyak kata-kata dalam bahasa Prancis yang memiliki makna berbeda di bahasa Inggris. That’s what we called, faux pas (misstep/kesalahan) or faux amis in French. Artinya, kata-kata yang memiliki kemiripan diantara keduanya tetapi berasal dari 2 bahasa dan memiliki makna yang berbeda.

17. Is it for real, Parisian always use their pair of stiletto heels like Emily and Sylvie to walk around Paris?

Hmmm, agak susah ya jalan kaki pake stiletto heels gitu di trotoar Paris. Apalagi sebagian besar orang Paris pulang-pergi kerja naik Metro yang tangga-tangganya lumayan banyak dan tinggi-tinggi, plus trotoar di Paris yang seriiiing banget ada perbaikan dimana-mana. Palingan mereka pakai heels hanya di kantor dan kalau ada meeting penting aja. Itu pun kayak perempuan-perempuan Indo juga, siap sedia heels di kantor, pulangnya ya pakai flat shoes atau sneakers sekalian. Ya, tapi ya gimana, namanya juga film~

18. #MeToo = #BalanceTonPorc? (Eps. 3).

Emang bener di Prancis gerakan #MeToo dibilangnya #BalanceTonPorc which means Expose Your Pig? Mungkin ada yang udah sering dengar gerakan #MeToo ini juga. Aku kurang tahu kenapa movement ini di Prancis disebutnya dengan hashtag #BalanceTonPorc, tapi hashtag ini digunakan untuk menggambarkan dugaan pelecehan dan mendesak perempuan untuk terus angkat bicara mengenai kekerasan seksual terhadap perempuan. Gerakan ini juga membuat para pengiklan dan pemasar lebih berhati-hati tentang cara mereka menggunakan seksual sebagai alat kampanye/promosi/periklanan dll. Untuk selanjutnya bisa di Google ya! Hehe.

19. Faire le baisemain.

Lagi-lagi berbicara mengenai gestur. Faire le baisemain atau ketika seorang laki-laki mencium tangan perempuan ini dimulai sekitar tahun awal tahun 1900-an. Biasanya seorang laki-laki melakukan gestur ini untuk memberi penghormatan kepada seorang perempuan dengan cara yang lebih sopan/lembut dan romantis. Jadi, pada abad pertengahan, laki-laki akan berlutut dan dengan lembut meraih tangan perempuan, lalu mencium punggung tangan perempuan tersebut.

Hmmm, kalau sekarang sih ya… hati-hati sama coronces~

20. Emily meet with the painter at the party, remember? (Eps. 3)

“Je suis peintre… Ah, un artiste?… Non, pour le bâtiment.” Jadi, maksudnya si laki-laki ini dia itu tukang cat bangunan. Pasti surprise-kan? Hah, kok tukang cat bangunan ganteng? Kok dia keren? Iya begitulah di Paris atau di Prancis, kamu akan menemukan sosok laki-laki ganteng yang penampilannya keren, tapi profesinya plombier (plumber), chauffeur (supir), dll. Karena memang disini pekerjaan apapun yang bisa mereka lakukan, mau mereka lulusan diploma, S1, S2, pasti mereka ambil untuk bertahan hidup. Apalagi kalo mereka harus terpaksa tinggal di Paris, karena segala sesuatunya mahal banget di sana.

21. “Non, mademoiselle, ca, c’est pas pour vous. C’est les roses du Sud…” said the Florist yang terlihat kurang sopan ketika Emily mau beli bunga mawar pink (Eps. 4).

Setau ku gak ada fleuriste yang se-gak sopan itu both di Paris atau Prancis. Mereka selalu menyapa, bertanya dulu bunga apa yang dicari apakah ada event tertentu, lalu mereka biasanya bantu merekomendasikan dan nyari bunga apa yang cocok untuk event atau seseorang yang ingin kamu belikan bunga… sekalipun ke turis yang mau beli~

22. For me, Camille is one of good example of real Parisian girl look like!

Kalo ini terlalu subjektif mungkin, tapi melihat Camille pertama kali muncul di episode 4, penampilannya saat baru mau berangkat kerja, ya kayak ngeliat real Parisienne aja gitu. Casual, chic, walking in Paris with her boot.

The Trailer for Netflix's "Emily in Paris" Is Giving Us Millennial Carrie Bradshaw Vibes | Tom + Lorenzo
Source: tomandlorenzo.com

23. “We never clean, we let things season…” – Gabriel, when Emily wants to clean his pan (Eps. 4).

Ini sih gak tau ya habit orang Prancis atau bukan, tapi relate banget sama aku dan suami yang melakukan ini di apartemen! Tapi kalau kita sih maksudnya jarang-jarang nyuci pan supaya gak makin tipis aja pan-nya, biar irit gak sering-sering beli pan wkwk. Jadi, nyucinya seminggu sekali. Dan masakan kita pun ya gak jauh-jauh dari pasta, omelette, nasi goreng, dll. Hampir gak pernah masak makanan yang mengandung lemak banyak kayak santen-santenan + kita juga gak makan daging.

24. “Look, French men are flirts.” – Mindy (Eps. 5).

Hmm, ini fifty-fifty sih! Gak bisa pukul rata tentunya, tapi sejauh ini sempat ketemu dengan beberapa kali laki-laki Prancis ya, gak semua genuinely flirting ya. Ada yang emang suka memulai percakapan dan kalau merasa mulai nyambung dan nyaman ya mereka juga senang. Intinya orang Prancis tuh suka banget ngobrol dan into banget sama deep conversation, small debate. Kayaknya flirting atau engganya, tergantung ya apakah mereka suka dan tertarik dengan perempuan yang mereka temui.

25. “… un croissant avec < le préservatif >” – Emily when she ordered in a café with Mindy (Eps. 5).

Ini juga bikin ketawa~ Jadi, sebenarnya yang Emily mau adalah croissant dengan preserves atau semacam jam, tapi lagi-lagi salah terjemahannya. Makanya Mindy di sini menjelaskan, kalau preserves (or jam) dan le préservatif (kondom) adalah hal yang sangat berbeda! Jadi, emang banyak banget kata-kata dalam bahasa Inggris yang mirip sama bahasa Prancis tapi beda artinya.

Dan di scene ini le serveur atau pelayannya menjelaskan kalau mau le préservatif ya ada di dekat toilet cowok. Karena memang di sini kalau mau beli kondom gak harus ke pharmacy atau mini-market, di sini ada vending machine khusus untuk kondom seringkali bisa dengan mudah ditemukan di jalan-jalan di trotoar. Juga ada baik di toilet laki-laki ataupun perempuan.

Gimana menurut kalian serial-nya? Biarpun terlihat overgeneralized, aku pribadi sebenarnya terhibur karena ada dark jokes yang emang relate dalam kehidupan sehari-hari. Aku pun juga sampai saat ini masih suka salah-salah ngomong bahasa Prancis yang seringkali buat suami juga jadi gemes tapi rajin revisi udah kayak dosen hehe.

Btw, kalian masih tertarik untuk mengetahui point of view dari aku mengenai serial Emily in Paris ini lagi ga? Komen di bawah yaaa, boleh juga kalau kalian ada pertanyaan atau komentar lain soal serialnya~

Read also: Emily in Paris and Real-life in France #1

 

Featured image source: messynessychic.com

6 Comments

  1. Seru bangettt Mba! Jadi makin tau aslinya di Paris itu gimana, apalagi yang biasa kita lihat itu kan yang versi “sempurna” nya ya. Tapi, nyatanya semua negara memang punya masalah nya masing-masing yaaa…
    Btw bahaya banget itu yaaa kata2 bahasa inggris dan paris/perancis asal2 malah artinya zonk hehehe emang bahasa wajib banget dipelajarin!
    Kalo masih banyak ilmu baru yang seru gini boleh di share lagi Mba. Siapa tau suatu saat bisa dateng kesana langsung :”

    1. Amiiiin, semoga suatu saat bisa kesini yaa, Mba Tika. Iyaa aku juga hepi bisa berbagi cerita dan pengalaman yang ku dapatkan selama tinggal di Prancis. Terima kasih respon baiknya yaa 🙂

  2. Aku penasaran sama serialnya trus aku cari di youtube…
    the comment section is funny “I bet everybody in France hates this ! Even French not liking Parisians will hate this.” 😂
    Harusnya orang-orang yang nonton Emily in Paris, juga harus baca tulisan mbak Astrid ini ya.. biar tau realitas hidup di Paris yang sebenarnya haha

    Jadi penasaran sama serialnya, will check it out hehe thank you mbak! <3

    1. Hehe, ayooo ditonton Aqma! Lumayan kok buat refreshing lagi masa-masa pandemi begini.
      Aku mau share aja point of view + pengalaman yang aku dapatkan secara langsung selama tinggal disini..
      Anyway, happy watching yaah! 🙂

  3. Oh iya, yang no happy ending untuk orang Perancis itu gimana kak? Apakah bener kaya gitu qiqiqi

    1. Hahaha, hmm tergantung ya, tapi kalo nonton film-film independen prancis tuh mereka realistis dan idealis banget sih, mungkin itu kali yaaa bedanya sama film-film Amerika hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: