Eksplor & Kuliner: Di Wilayah Paling Selatan di Dunia, Punta Arenas – Chile

Travelling tuh selalu ngangenin ya? Apalagi di masa-masa seperti saat ini. Terakhir kali kami travelling itu pas banget di akhir bulan Desember 2019 lalu, saat saya masih merasa nyaman naik pesawat sendirian dari Paris ke Santiago lalu ke Punta Arenas di Chile untuk menyusul suami saya yang memang sedang riset S3-nya di sana.

Saat itu sudah ketiga kalinya suami saya berada di Chile. Jadi, memang dia rutin setiap akhir tahun ke Chile, tepatnya ke kota Punta Arenas untuk riset PhD-nya. Sedangkan saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Benua Amerika, salah satu negara Amerika Latin. Tentu, antusias banget dan gak sabar buat eksplor wilayah paling selatan di dunia, Chilena Patagonia, bersama suami di Chile!

Sebenarnya saya sudah sempat menuliskan artikel dalam berbahasa Inggris mengenai kota Punta Arenas. Tetapi mungkin belum ada yang sempat baca, jadi saya akan cerita sedikit mengenai ibu kota dari Patagonia Chile, tempat kami banyak menghabiskan waktu liburan akhir dan awal tahun 2020 lalu, yaitu kota Punta Arenas.

Bagi yang kepo kayak gimana kotanya, bisa sambil tonton vlog-nya di bawah ini.

Punta Arenas adalah ibu kota wilayah Magallanes dan Antartika Chili, juga terkenal sebagai pintu gerbang wilayah Patagonia Chilena. Dari Santiago, jaraknya sekitar 3 jam 20 menit dengan pesawat. Kalau kalian tonton di vlog di atas, kalian bisa lihat dan dengar suara angin yang lumayan kenceng, padahal ada matahari dan kita kesananya saat musim panas, tetapi suhunya 12-13 derajat Celsius. Itu karena, iklim di sana sangat dipengaruhi oleh Samudra Pasifik dan Antartika (yang kemudian dikenal dengan iklim samudera subpolar).

Kebetulan kami berdua suka banget sama yang namanya makan dan nongkrong di tempat ngopi gitu, jadi kita akhirnya beli empanadas, makanan khas dari Spanyol dan negara-negara Amerika Latin, yang kalau di Indonesia kayak pastel atau panada gitu bentuknya! Tapi ukurannya super jumbo, kalau di Indonesia biasanya dijadiin makanan snacking gitu, kalau di Chile ya sekali makan sebesar itu (tonton vlog-nya) bisa buat one-time meal untuk sarapan, hehe. Untuk urusan harga nongkrong-nongkrong gitu di sana, menurutku harganya mirip-mirip sama kayak nongkrong di Jakarta dan sedikit lebih murah dibanding dengan nongkrong di Perancis.

Beberapa tempat yang paling menarik untuk dikunjungi selama di Punta Arenas, beberapa diantaranya adalah, alun-alun Plaza de Armas dengan patung Memorial of Ferdinand Magellan, Mirador Cerro de la Cruz untuk melihat pemandangan panorama seluruh kota Punta Arenas, Istana Sara Braun, Museum Regional Magallanes, Pemakaman Kota Sara Braun, Museum Maggiorino Borgatello dan pinggiran pantai di Selat Magallanes. Meskipun, jarang banget melihat orang-orang berenang di pantai tersebut, soalnya musim panasnya aja tuh dingiiiiin banget!

Untuk transportasi di sekitar kota, sebenarnya ada lokal bis tapi kami gak pernah nyoba soalnya kalau jalan-jalan berdua mendingan naik taksi atau collectivo taxi, jadi kayak nyarter taksi gitu yang isinya maximum 4 orang dalam 1 taksi. Per orang bayarnya tentu jadi lebih murah dari taksi pribadi, sekitar Rp 9.000-an jarak jauh-dekat per orang.

Duh, pokoknya banyak banget hal-hal yang dikangenin ya saat lagi jalan-jalan/berlibur di suatu tempat. Sekarang sih saya lagi kangen-kangennya banget mau pulang ke Indonesia, ketemu keluarga, soalnya udah 2 tahun gak pulang-pulang.

Kalau kalian apa yang dikangenin dari travelling saat lagi pandemi seperti ini?

Astrid Maharani Girault sign

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: