Tanaman dapat Meningkatkan Kesehatan Mental?

Sejak pindah ke Perancis, entah kenapa aku menemukan hobi baru yang engga pernah disangka sebelumnya kalau ternyata aku sangat enjoy dan selalu bersemangat setiap melakukannya, yaitu berkebun atau bercocoktanam. Sekarang aku merasa kalau merawat tanaman setiap pagi, ternyata bisa meningkatkan mood untuk memulai aktifitas. Begitu juga saat sore hari, ternyata bisa mengembalikan mood aku yang udah capek seharian belajar dan bekerja.

Sampai akhirnya, aku membaca beberapa artikel yang bilang kalau tanaman memang dapat meningkatkan kesehatan mental dan emosional seseorang. Berhubung setiap bulan Mei dikenal dengan bulan mental health awareness, jadi aku mau berbagi informasi, apakah benar tanaman dapat meningkatkan kesehatan mental kita?

Sewaktu aku masih tinggal di Jakarta, di balkon rumah ku itu penuh banget dengan tanaman tropis, tapi ya udah aku cuek aja gitu tiap kali lihat Papa aku sibuk banget ngurusin tanamannya hingga berjam-jam sambil berjemur tiap paginya, bahkan terkesan meremehkan,

“Apa sih enaknya berjemur sambil nyiramin tanaman sebanyak gitu?”

Itu yang ada di pikiran ku setiap kali melihat Papa aku merawat tanamannya. Jujur, dulu aku tuh selalu pesimis sama kemampuan sendiri. Karena aku orang yang engga sabaran, jadi aku berkesimpulan kalau kegiatan merawat tanaman atau berkebun ini, engga aku banget. Dan memang seringkali juga aku underestimate diri sendiri.

Ah, tangan kayak gue gini, mana bisa telaten ngerawat tanaman? Jangankan ngerawat tanaman, masak aja engga bisa!

(suer jangan ditiru ya sikap skeptis dan sering meremehkan kemampuan diri sendiri kayak aku dulu gini)

Tapikan itu dulu ya.

Ternyata setelah menikah dan membangun rumah tangga sendiri (cieee…), aku jadi lebih sering self-explore, mulai dari masak sendiri, baking kue, mengurus urusan rumah tangga sampai merawat tanaman. Walaupun sering juga gagalnya kalau masak/buat kue, tapi paling engga aku mencoba dan belajar dari kegagalan. Yay!

Nah, setelah mengalami sendiri merawat tanaman-tanaman di apartemen, ternyata memang seenak dan senikmat itu rasanya bisa berjemur di pagi hari, sekaligus merawat tanaman kesayangan. Sekarang aku jadi tau gimana perasaan Papa aku saat merawat tanamannya yang banyak banget di rumah.

Dan, believe it or not, I even do talking with my plants every day now. Engga tau kenapa memang setelah ‘berbicara’ sambil menyiram air, membersihkan pot-nya, hati tuh jadi lebih tenang dan relieved. Engga heran, kalau ada penelitian yang bilang berkebun itu sama seperti kita sedang melakukan meditasi. Aku pun ngerasanya kalau tanaman-tanaman ku juga bisa mendengar dan merasakan aura dan situasi lingkungan di sekitar kita. Semoga aku engga gila ya dan semoga ada dari kalian juga yang merasakan atau mengalami pengalaman serupa.

Calling all of the plant lovers~

Berjemur dengan Tanaman

Nah, memelihara dan merawat tanaman itu lebih challenging lagi, terutama bagi orang-orang yang tinggal di lingkup tempat tinggal yang terbatas, seperti misalnya tinggal di apartemen. Kebetulan kami belum ada anak kecil dan engga punya binatang peliharaan juga, jadi kami menaruh seluruh tanaman di dalam apartemen. Tanaman-tanaman yang kita punya pun, memang jenis tanaman yang berfungsi sebagai natural air purifying.

… atau tanaman yang berfungsi untuk membersihkan udara dari polusi secara alami. Walaupun sebagian besar tanaman memang berfungsi sebagai air purifier ya. Intinya, dibanding beli air purifier mahal-mahal, mendingan kita memanfaatkan tanaman kita yang udah jelas ramah lingkungan, kan?

Our Flowers from the Spider Plant

Untungnya suami juga suka merawat tanaman, jadi kita bisa melakukan hobi ini bersama-sama. Kalau aku pribadi, setiap bangun pagi dan istirahat sore udah kayak quality time aja sama tanaman-tanaman. Berhubung disini udaranya masih dingin karena lagi musim semi, jadi aku siram tanaman seminggu 1-2 kali, tapi terkadang aku sesuaikan dengan keadaan tanah, kalau bagian permukaan hingga 2-3 inch ke dalam sudah benar-benar kering, baru aku siram.

Sisanya aku selalu cek kesehatan daun, batang dan tanah yang ada di pot. Apakah ada bunga baru, daun muda yang baru tumbuh, memotong daun yang sudah kering, dll. Bahkan khusus Monstera, aku rajin banget hampir setiap hari bersihin daunnya pakai lap setengah basah, untuk menjaga kelembaban daun dan memberikan kesan glossy dan cantik pada daunnya.

Disamping fungsinya sebagai natural air purifying, para peneliti meyakini bahwa orang-orang yang memiliki tanaman di sekelilingnya, either di dalam rumah maupun di halaman rumah, atau orang-orang yang menghabiskan waktunya berjalan-jalan di taman, kebun atau hutan, merasakan memiliki manfaat positif bagi kesehatan mental dan emosional-nya seperti kesehatan psikologis, fisik, kognitif, lingkungan dan spiritual. Beberapa manfaat tersebut diantaranya; mengurangi stress dan sindrom depresi, meningkatkan produktifitas kerja maupun belajar, meningkatkan daya kreatifitas seseorang, terlebih lagi kalau punya scented plants yang katanya juga dapat mengurangi rasa kecemasan berlebih dan meningkatkan kualitas tidur yang baik. Apa itu scented plants? Sejenis tanaman yang memiliki aromatik yang khas, seperti lavender, lily, jasmine, gardenia dan lain-lain.

Sebenarnya aku senang beberapa waktu ini melihat Instagram stories orang-orang jadi mulai banyak banget yang berkebun dan bercocoktanam. Mungkin karena lagi pandemi dan working from home, jadi punya waktu lebih di rumah dan orang-orang cenderung mencari hobi baru atau melanjutkan hobi berkebun atau bercocoktanam yang sempat terhenti dahulu, lantaran beranggapan ‘selalu gak ada waktu’ untuk merawatnya.

The best feeling ever is to watch them grow
(Replanting our spring onion & the growing young leaf of our Monstera)

Pastinya bagus banget memanfaatkan waktu-waktu seperti ini untuk membuat sesuatu, dalam hal ini contohnya berkebun dan bercocoktanam, mungkin membuat tanaman hidroponik, menanam tanaman untuk bumbu dapur, tanaman hias, tanaman untuk sayur-mayur, tanaman buah-buahan, dst. Disinyalir dengan ‘mengotori’ kedua tangan untuk bercocok tanam atau melakukan kontak langsung dengan tanah, menyiangi dan menanam tanaman baru, suasana hati kita jadi lebih senang dan tenang, juga menjauhkan dari rasa stress dan cemas berlebih akibat dari pandemi ini. Sekaligus dapat meningkatkan kadar vitamin D yang berasal dari sinar matahari, kalau kita melakukannya di pagi hari dan di luar ruangan.

Pinterest

Selamat merayakan mental health awareness month ya! Nanti kita berbagi lagi soal tanaman di lain kesempatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: