Living in France 101 : Setelah Visa Long Sejour (VLS) Habis, Lalu?

Beberapa waktu lalu, masih banyak yang tanya via email atau akun sosial media aku mengenai proses dokumen di Perancis bagi WNI yang akan menikah maupun yang baru saja pindah ke Perancis. Aku senang banget, kalau ternyata artikel yang aku tuliskan dapat membantu teman-teman semua untuk melewati proses dokumentasi pernikahan dengan WN Perancis dan saat pindahan ke Perancis.

Kali ini aku mau bahas soal proses penggantian Visa Long Séjour (VLS) yang sudah habis masa berlakunya. Tentunya ini berdasarkan pengalaman pribadi aku dan mungkin akan ada beberapa perbedaan terkait dengan situasi di departemen tempat tinggal kalian masing-masing.

Jadi, bulan Desember 2019 lalu VLS aku expired. Seperti saran dari beberapa teman-teman ku sebelumnya, paling tidak 2 – 3 bulan sebelum VLS ini habis masa berlaku, aku harus mulai membuat janji temu (rendez-vous) dengan kantor Prefecture setempat.

Pertama kali saya pindah ke Perancis, saat itu saya masih tinggal di kota Rouen, departemen Seine-Maritime yang berada di wilayah Normandie. Jadi, aku mengurus dokumen untuk penggantian VLS-nya ya di kantor Prefecture Seine-Maritime.

Membuat Janji Temu Online

Awalnya, karena saya agak kuatir takut waktunya terlalu mepet atau jadwal temu di kantor Prefecture udah padat, akhirnya saya mencoba untuk mendaftarkan diri janji temu secara online 2 bulan sebelum VLS aku habis masa berlakunya, yaitu pada bulan Oktober 2019 di website Prefecture Seine-Maritime.

Ketika sampai di website Prefecture, cari dan klik tulisan “Prendre un rendez-vous en ligne” atau artinya buat janji temu online. Lalu pilih opsi “Renouvellement des titres de séjour pour les étrangers” yaitu perpanjangan izin tinggal untuk orang asing. Setelah itu, kamu harus pilih jadwal janji temunya kapan? Pilihannya ada 2, saat liburan sekolah atau diluar dari liburan sekolah.

Nanti akan keluar semua jadwal sesuai dengan waktu-waktu yang tersedia. Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan waktu yang kamu inginkan, tapi kalau lagi apes ya terpaksa harus menunggu waktu yang agak lama. Seperti waktu itu, aku akhirnya baru mendapatkan waktu janji temu 10 hari sebelum masa berlaku VLS aku berakhir. Mepet banget sih, walaupun sebenarnya engga bermasalah sama pihak Prefecture-nya.

Oke, lanjut. Setelah memilih waktu dan tanggal, kalian harus mengisi informasi pribadi untuk menjadi data mereka. Setelah semua sudah well set-up, mereka akan mengirimkan convocation atau bukti janji temu, yang dilengkapi dengan dokumen yang wajib dilengkapi dan dibawa saat janji temu dengan pihak Prefecture, melalui email yang kamu daftarkan.

Mengumpulkan Dokumen

Bagian yang bisa dibilang paling bikin geregetan ya, karena ternyata kita engga akan pernah bisa terlepas dari yang namanya dokumen administrasi, walaupun kita sudah menetap di Perancis. Tapi mau engga mau, harus dinikmati ya manis dan pahitnya menikah dengan WN Perancis.

Oke, setelah kalian menerima convocation melalui email, di dalam convocation tersebut, kalian juga mendapatkan daftar panjang mengenai dokumen apa yang harus disiapkan saat datang ke kantor Prefecture, diantaranya:

  1. Membawa convocation rendez-vous sebagai bukti;
  2. Izin tinggal yang sah (VLS) atau paspor yang berisikan stiker OFII; (Seperti apa itu stiker OFII? Baca juga artikel aku mengenai: Living in France 101: Mengurus Visa Long Sejour Ngapain Aja di Kantor OFII?)
  3. Bukti status sipil dan kewarganegaraan: paspor (halaman informasi pribadi yang berisikan status kewarganegaraan, tanggal berlaku, stamp entrance dari imigrasi saat tiba di Perancis dan visa stiker); akte kelahiran yang sudah diterjemahkan ke bahasa Perancis;
  4. Bagi yang sudah memiliki pasangan/anak, penting menyertakan: kartu identitas/kartu izin tinggal pasangan, akte nikah terjemahan bahasa Perancis (terjemahan buku nikah dari KUA yang sudah dilegalisasi ke-3 Kementerian dan didaftarkan di Kedubes Perancis), akte kelahiran anak;
  5. Bukti tempat tinggal, seperti; tagihan listrik (atau gas, air, telepon rumah) atau tagihan sewa apartemen dalam kurun waktu 3 bulan atau tanda terima sewa (jika kamu menyewa apartemen) atau pajak rumah (jika tinggal di rumah); kalau tinggal di hotel sertakan sertifikat dari hotel tersebut dan juga faktur pembayaran hotel bulan sebelumnya;
  6. Lampirkan 3 (tiga) foto identitas terbaru (3 x 4 cm);
  7. Lampirkan 3 (tiga) dokumen yang menyertakan nama kamu dan nama pasangan (kontrak apartemen/rumah, sertifikat listrik/gas/air, sertifikat CAF, sertifikat rekening Bank bersama)

Kenapa kita harus melampirkan dokumen bersama yang menyertakan nama kita dan pasangan? Untuk menghindari adanya pernikahan palsu atau kontrak (white marriage). Disamping itu, untuk melengkapi dokumen resmi lainnya yang memang membuktikan bahwa kita memang hidup bersama dengan pasangan di Perancis.

Janji Temu di Prefecture

Ketika semua sudah siap dan jadwal janji temu pun tiba, saat itu aku janji temu jam 14.30 siang. Untuk menghindari keterlambatan atau hal lainnya, aku sudah berada di kantor Prefecture sejam sebelum waktu janji temu.

Setelah melewati security check, akhirnya aku pun tiba di ruang tunggu. Sepengalamanku, jadi kita harus menunggu di ruang tunggu, sampai nama kita disebutkan oleh petugas melalui pengeras suara. Selain menyebutkan nama, mereka akan mengarahkan kita harus ke loket nomer berapa,

Saat itu nama aku dipanggil terlambat 15 menit dari jadwal janji temu. Ketika bertemu dengan petugas di loket, mereka akan menyebutkan beberapa dokumen essentials yang harus kita berikan ke petugas. Fotokopiannya ya, kalau gak diminta dokumen aslinya, tidak perlu melampirkan.

Waktu datang janji temu saat itu, aku datang sendiri, karena suami lagi ada kerjaan di luar negeri. Ternyata, saat itu aku diinformasikan oleh petugas, kalau seharusnya datang dengan suami. Padahal tidak ada catatan atau anjuran mengenai hal tersebut di website. Beberapa teman pun yang sudah ada pengalaman sebelumnya, juga cerita kalau tidak diwajibkan.

Kenapa wajib datang dengan pasangan?

Karena aku dan pasangan harus menandatangani Attestation de Communauté de vie. Semacam surat pernyataan yang membuktikan kalau kami berdua memang sudah menikah dan hidup bersama di Perancis.

Akhirnya, aku harus datang lagi kalau suami sudah balik dari dinas kerjanya, tetapi saat itu petugas sudah memberikan aku récépissé  titre de séjour. Ini merupakan dokumen sah sementara untuk menggantikan VLS yang sudah habis masa berlakunya, selagi kita menunggu carte de séjour yang baru. Biasanya proses pembuatan carte de séjour sekitar 2 – 3 bulan dan kita harus kembali lagi ke Prefecture tersebut untuk mengambilnya.

Beberapa orang ada yang mendapatkan carte de séjour untuk jangka waktu 2 (dua) tahun, tetapi ada juga yang hanya 1 (satu) tahun. Jadi, tergantung dari kebijakan Prefecture setempat ya.

FYI

Récépissé  titre de séjour ini masa berlakunya hanya 6 (enam) bulan. Dokumen ini bisa kita gunakan untuk mencari/melamar kerjaan. Bagi yang mau travelling pun di dalam Schengen area juga bisa, karena ini dokumen yang sah secara hukum. Bahkan waktu aku travel ke Chile pun, saat imigrasi aku menunjukkan paspor, récépissé  dan tiket pesawat tentunya.

Related Post:

Living in France 101: Tiba di Perancis, Dokumen yang Wajib Diurus!

Living in France 101: Mengurus Visa Long Sejour, Ngapain aja di Kantor OFII?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: